Penduduk Indonesia semakin tahun semakin banyak dan padat.Daerah-daerah yang masih kurang penduduknya pun kini terlihat ramai terlebih di provinsi Jawa. Hampir semua daerah di provinsi jawa menunjukkan kenaikan dalam hal kepadatan penduduk. Mengapa hal ini terjadi? Adakah cara yang dapat ditempuh pemerintah untuk menekan angka kelahiran agar kepadatan penduduk tidak terjadi?.
Sesuai hasil survei Demografi dan Kesehatan Indonesia ( SDKI ) menunjukan, angka Total Fertilisasi Rate ( TFR ) atau rata-rata perempuan produktif mempunyai anak pada tahun 2003 – 2007 sama yaitu 2,6. Artinya seseorang ibu mempunyai anak 2 – 3 orang. Sampai saat ini pun hal ini masih terjadi bahkan di beberapa daerah masih menunjukkan TFR-nya tinggi.
Program KB Nasional yang trekesan stagnan dan tidak berjalan maksimal lantaran pelaksanan dan pembinaan program KB di daerah macet, itulah yang menurut saya menjadi faktor terbesar penyebab dari kepadatan penduduk karena membludaknya angka kelahiran di Indonesia. Selain itu, tingkat partisipasi pria menjadi akseptor KB juga masih kurang. Hal-hal itulah yang sepatutmya dipikirkan pemerintah dalam menekan laju kepadatan penduduk. Pemerintah seharusnya lebih peka untuk mengingat jumlah daratan tidak bisa meningkat sedangkan jumlah penduduk selalu meningkat. Pemerintah juga seharusnya tanggap dan segera mungkin membenahi segala kekurangan yang ada pada kebijakan untuk masalah program KB. Seharusnya pemerintah bisa menjaring lebih banyak akseptor di setiap daerah dan penambahan sarana mobilitas petugas KB agar kebijakan program KB bisa berjalan dengan baik dan laju kepadatan penduduk bisa sedikit berkrang.
Komentar Terakhir